TULUNGAGUNG – Guna meningkatkan kualitas pemahaman pengendara terhadap aturan lalu lintas, Satlantas Polres Tulungagung melalui program "Polantas Menyapa" melaksanakan kegiatan edukasi di ruang tunggu pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM). Pada Selasa (12/5/2026), suasana di Kantor Satpas SIM Polres Tulungagung tampak berbeda dengan kehadiran personel kepolisian yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Anggota Satlantas Polres Tulungagung, Aipda Rinto Basuki, terlihat mendatangi satu per satu peserta yang tengah bersiap maupun sedang melaksanakan uji teori berbasis komputer. Dengan pendekatan yang humanis, ia memberikan pencerahan mengenai rambu-rambu lalu lintas serta etika berkendara yang aman di jalan raya. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisir angka kecelakaan yang sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman mendasar terkait aturan lalu lintas.
Di sela kegiatannya, Aipda Rinto Basuki menyempatkan diri untuk berdialog dengan salah satu peserta uji teori. Ia menekankan bahwa ujian ini bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan kartu identitas berkendara.
"Ujian teori ini adalah fondasi keselamatan Anda sebelum benar-benar turun ke jalan raya," ujar Aipda Rinto dengan tegas namun ramah di hadapan peserta.
Ia juga menambahkan bahwa setiap simbol dan aturan yang muncul di layar monitor memiliki fungsi vital untuk melindungi nyawa pengendara dan orang lain. Sembari menunjuk papan edukasi rambu, ia menjelaskan beberapa rambu prioritas yang sering disalahpahami oleh masyarakat di lapangan.
"Kami ingin memastikan setiap pengendara di Tulungagung paham betul arti setiap rambu agar tidak terjadi keragu-raguan saat berkendara," tambahnya.
Kegiatan pencerahan ini disambut positif oleh para peserta uji teori. Interaksi langsung tersebut dinilai mampu mencairkan ketegangan peserta saat menghadapi soal-soal ujian.
Dengan adanya pendampingan ini, Satlantas Polres Tulungagung berharap angka kelulusan uji SIM meningkat beriringan dengan tingkat kesadaran disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
"Jangan hanya mengejar lulus ujian, tetapi tanamkan perilaku santun di jalan sebagai kebutuhan bersama," pesan Aipda Rinto sebelum menutup sesi edukasi tersebut.
